Siantar Sehat, Sejahtera dan Berkualitas

Sekdisdik Membuka Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan yang Diadakan IGTKI – PGRI Sumut dan Pematangsiantar Bersama Ceria Bocah Indonesia


Pematangsiantar, – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pematangsiantar, Mhd Hamdani Lubis, SH, diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik), Rudol Barmen Manurung, M.Pd, secara resmi membuka kegiatan workshop peningkatan mutu pendidik melalui seni gerak lagu anak tematik motorik dan permainan anak usia dini, aktif, kreatif, menyenangkan yang diadakan Ikatan Guru Taman Kanak – Kanak Indonesia (IGTKI) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera dan IGTKI – PGRI Kota Pematangsiantar, bekerjasama dengan Ceria Bocah Indonesia, Jumat pagi (10/5/2024), di Aula YP Sultan Agung Pematangsiantar, jalan Surabaya Pematangsiantar.
Sebelum acara dimulai, panitia bersama pengurus IGTKI Pematangsiantar menyambut hangat kehadiran Sekretaris Dinas Pendidikan, Rudol Barmen Manurung, M.Pd.
Ketua IGTKI – PGRI Kota Pematangsiantar, Nirmala Dewi Siregar, S.Pd.AUD, mengucapkan selamat datang kepada Sekretaris Dinas Pendidikan, Rudol Barmen Manurung, M.Pd yang menyempatkan diri membuka workshop peningkatan mutu pendidik yang diikuti para Guru TK se- Kota Pematangsiantar dan juga kepada pembicara atau narasumber yaitu Agus Sukarno yang akrab dipanggil “Kak Aguss” serta ucapan terimakasih kepada pihak YP Sultan Agung yang telah memfasilitasi tempat workshop dan menyambut hangat kehadiran para peserta workshop yang diadalamnya juga ada para Kepala Sekolah TK.

“Semoga kedepannya, IGTKI Pematangsiantar semakin maju, sukses dan jaya. Dan semoga acara ini dapat berlangsung sesuai dengan rencana maupun harapan dan semoga para ibu dan bapak Guru TK dapat ilmu dari workshop ini,”ujar Nirmala, sambil mengajak peserta untuk iktui yel-yel, “hidup IGTKI, hidup Dinas Pendidikan, hidup Kak Aguss”, lalu dijawab peserta, “maju, jaya, yes…yes”, sambil bertepuk tangan.
Mengawali kata sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Pematangsiantar, Rudol Barmen Manurung, M.Pd, menyampaikan salam dan permohonan maaf Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar yang tidak dapat hadir karena ada kegiatan yang tidak kalah penting.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pematangsiantar menyebutkan, bahwa Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Pendidikan menyambut baik workshop ini dan menyampaikan terimakasih kepada pengurus IGTKI – PGRI Kota Pematangsiantar dan para panitia yang telah melaksanakan kegiatan ini, apalagi dengan menghadarikan pembicara Agus Sukarno yang tidak diragukan lagi kompetensinya.

Ketua PGRI Pematangsiantar Tahun 2012 hingga Tahun 2020 ini, mengajak para peserta tidak mensia-siakan workshop ini, apalagi para peserta memberikan kontribusi dalam berbagai hal untuk mensukseskan acara ini.
“Kalau peserta punya kontribusi, pasti lebih serius mengikuti kegiatannya dan mudah – mudahan tidak mensia-siakannya. Beda kalau Pemerintah yang memfasilitasi kegiatan meningkatkan kompetensi guru, tampaknya sering disia-siakan peserta. Karena kesannya hanya sekedar mengikuti, isi absen, duduk – duduk mendengar, lalu makan kue dan siap itu pulang,”ujar Rudol Barmen Manurung, disambut tawa para peserta.
Rudol juga berharap agar Guru TK benar-benar menjadi Guru yang menyenangkan bagi murid – muridnya, menjadi guru yang berkarakter dan memiliki inovasi.
“Gurunya dulu menyenangkan baru lah muridnya, dan pulang dari workshop ini, mudah – mudahan para peserta dapat banyak ilmu atau tips mengajar yang menyenangkan dari Pak Agus Sukarno yang masih muda dan energik,”ujar Rudol.
Sekretaris Dinas Pendidikan kembali mengapresiasi para Guru TK yang sangat berjasa dalam membentuk karakter anak mulai sejak dini. “Salut saya sama Guru – guru TK ini Pak Agus, ada yang punya ijasah sampai 3, ada ijasah sarjana hukum, ada sarjana PGSD, terakhir ijasah PAUD,”ujarnya, disambut tawa riang para peserta.
Ditegaskannya, Guru adalah ujung tombak yang harus diperhatikan Pemerintah, karena tanpa sarana prasarana, Guru bisa mengajar para muridnya. “Hanya di bawah pohon, Guru bisa mengajar muridnya, jadi nasib Guru dan kesejahteraannya harus diperhatikan, apalagi Ibu Bapak Guru yang mengajar di sekolah swasta,”ucapnya.
Manurung juga mengingatkan para Guru TK yang bergabung ke IGTKI agar patuh dan taat terhadap peraturan (AD/ART) organisasi karena organisasi lah yang akan mendampingi para Guru saat punya masalah, apalagi jika berbenturan dengan hukum.
“IGTKI harus independen, mandiri dan kalau buat kegiatan tidak harus menjalankan proposal. Makanya perlu kontribusi masing – masing anggota untuk membuat IGTKI ini menjadi kuat, solid dan mandiri,”ujarnya. Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sekretaris Dinas Pendidikan, Rudol Barmen Manurung, M.Pd, secara resmi membuka worshop peningkatan mutu pendidik melalui seni gerak lagu anak tematik motorik dan permainan anak usia dini, aktif, kreatif, menyenangkan, dan disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.

Adapun rekam karier narasumber Agus Sukarno yang akrab dipanggil “Kak Aguss” yaitu Pendiri dan Penanggung Jawab Ceria Bocah Indonesia, Penanggung Jawab Organisasi Penggerak Kemendikbud Ristek, Ceo Learning and Experience Center “Galeri Taman Prambanan”, Ketua Organisasi Masyarakat “Cinta Anak Negeri” dan Praktisi dan Pemerhati Pendidikan. Penegasan Kak Aguss, bahwa pendidik harus fokus terhadap perkembangan anak untuk masa yang akan datang dan anak – anak sejak dini perlu mendapatkan asupan lagu dan permainan karena lagu merupakan ruang ekspresi yang positif dalam tumbuh kembang anak.
Lagu dan permainan anak merupakan wadah tepat untuk imijinasi anak. Untuk pendidik anak usia dini, lagu dan permainan anak menjadi wadah berkarya dan berkreasi.

Foto Kegiatan



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *