Website Resmi Dinas Pendidikan Pematangsiantar



Berita

Disdik Pematangsiantar Bahas Program FAASTER Bersama UNICEF dan Tanoto Foundation

Admin Web Disdik 04 Mar 2026, 09:25:54 WIB
Disdik Pematangsiantar Bahas Program FAASTER Bersama UNICEF dan Tanoto Foundation

PEMATANGSIANTAR ,— Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar menerima kunjungan United Nation Children's Fund Kantor Perwakilan Indonesia dan Tanoto Foundation untuk membahas sosialisasi program baru bertajuk FAASTER Programme yang bertujuan memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Kota Pematangsiantar. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Rabu (4/3/2026).

Pertemuan itu dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Risbon Sinaga yang mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Junaedi Antonius Sitanggang. Risbon didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan.


Dalam sambutannya, Risbon menyampaikan apresiasi atas kunjungan UNICEF dan Tanoto Foundation yang menawarkan program peningkatan literasi dan numerasi bagi siswa sekolah dasar.

Menurut dia, program tersebut dinilai dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa di Kota Pematangsiantar.

Ia juga meminta bidang-bidang terkait di lingkungan Dinas Pendidikan agar mendampingi tim Tanoto Foundation dan UNICEF yang akan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah sekolah untuk berinteraksi dengan guru maupun siswa.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar Febry Reguel Manatap Anthony Pakpahan, Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Kebudayaan Fahrudin, serta Pengawas Sekolah Kasminar Limbong memaparkan kondisi sekolah dasar negeri di Kota Pematangsiantar.

Mereka menjelaskan sejumlah faktor yang memengaruhi capaian literasi dan numerasi siswa yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Sementara itu, perwakilan UNICEF, Yuanita Marini Nagel dan Moh Adi Aminudin, memaparkan kriteria sekolah yang dapat mengikuti FAASTER Programme.

Yuanita menjelaskan, salah satu kriteria utama adalah sekolah yang berada pada kategori capaian literasi dan numerasi “kuning” atau “merah”. Selain itu, sekolah harus memiliki minimal 20 siswa di kelas I dan II, berakreditasi B, serta memiliki guru kelas berstatus aparatur sipil negara atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.


Kriteria lainnya antara lain kepala sekolah dan guru aktif menjalankan tugas, sekolah melayani siswa dari komunitas pedesaan atau kelompok masyarakat kurang terlayani, serta lokasi sekolah relatif mudah diakses guna mendukung pelaksanaan program.

Selain itu, kata Yuanita, kepala sekolah juga harus menunjukkan komitmen terhadap pelaksanaan program, termasuk kesiapan mengalokasikan waktu, mendorong partisipasi guru, dan mengintegrasikan program ke dalam rencana sekolah.


Guru juga diharapkan bersedia mengikuti pelatihan, menerapkan pendekatan pembelajaran baru, serta terlibat dalam kegiatan pendampingan dan refleksi pembelajaran.

Rombongan Tanoto Foundation yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Medi Yusua, Bobby Widanto, Mesri Gultom, dan Mutazar.

Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Seksi Pembinaan SMP Juanda Panjaitan, Kepala Seksi Pembinaan SD Friado Damanik, serta sejumlah aparatur sipil negara di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar.


Komentar

Tuliskan Komentar Anda!